7 Keajaiban Dunia – Mengetahui peninggalan bersejarah atau tempat-tempat unik yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia wajib untuk diketahui setiap orang, apalagi jika tujuh keajaiban dunia tersebut setiap tahun selalu berubah-ubah. Pada perjumpaan ini, aalil akan memberikan informasi terbaru mengenai 7 keajaiban dunia berdasarkan apa data di wikipedia. Namun yang jelas pada daftar keajaiban dunia terbaru ini candi kebanggaan kita Borobudur tidak termasuk dalam finalis tahun ini, Berikut tujuh keajaiban dunia terbaru yang patut untuk diketahui oleh kita semua: 1. Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina, juga dikenal di Cina dengan nama Tembok Sepanjang 10.000 Li¹ merupakan bangunan terpanjang pernah dibuat manusia, terletak di Republik Rakyat Cina. Tembok Raksasa Cina dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.[4][5] Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. 7 Keajaiban Dunia 2. Petra (dari ????? petra, “batu” dalam bahasa Yunani; bahasa Arab: ???????, al-Bitr?) adalah sebuah situs arkeologikal di Yordania, terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba. 7 Keajaiban Dunia 3. Patung Kristus Penebus (bahasa Portugis: Cristo Redentor) adalah patung Yesus Kristus dengan gaya arsitektur Art Deco terbesar dan terdapat di Rio de Janeiro, Brasil. Patung memiliki tinggi 38 meter dan terletak di puncak dari Gunung Corcovado, tingginya 710 m di Taman Nasional Hutan Tijuca, yang menghadap ke kota. Patung ini menjadi simbol umat Kristen, dan menjadi simbol kebanggaan kota. Tangan patung ini terbuka dilihat banyak orang sebagai tanda dari kehangatan penduduk Brasil. 7 Keajaiban Dunia 4. Machu Picchu (“Gunung Tua” dalam bahasa Quechua; sering juga disebut “Kota Inca yang hilang”) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus, terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m diatas permukaan laut. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco. 7 Keajaiban Dunia 5. Chichén Itzá adalah suatu Situs Peradaban Maya di Meksiko pada abad 800 SM. Piramida Kukulcan di kompleks situs bersejarah ini dipercaya sebagai pusat kegiatan politik dan ekonomi peradaban bangsa Maya, terletak di Semenanjung Yucatan (kini wilayah Meksiko). Itza merupkan titik sentral kompleks bangunan lainnya seperti Piramida Kukulcan, Candi Chac Mool, dan bangunan Seribu Tiang. 7 Keajaiban Dunia 6. Koloseum adalah sebuah peninggalan bersejarah berupa gedung pertunjukan yang besar berbentuk elips disebut amfiteater atau dengan nama aslinya Flavian Amphitheatre, yang termasuk salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Pertengahan. Situs ini terletak di ibukota negara Italia, Roma, yang didirikan oleh Raja Vespasian pada masa Kekaisaran Romawi dan diselesaikan oleh anaknya Titus[1], dan menjadi salah satu karya terbesar dari arsitektur Romawi yg pernah dibangun. 7 Keajaiban Dunia 7. Taj Mahal (bahasa Urdu: ??? ???, Hindi: ??? ???) adalah sebuah monumen terletak di Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Sh?h Jah?n, anak Jahangir, sebagai sebuah musoleum untuk istri Persianya, Arjumand Banu Begum, juga dikenal sebagai Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal. Pembangunannya menghabiskan waktu 23 tahun (1630-1653) dan merupakan sebuah adi karya dari arsitektur Mughal. 7 Keajaiban Dunia Piramida Agung Giza adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza dan merupakan satu-satunya bangunan yg masih menjadi bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu (????, Cheops) dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM.[1] . Piramida ini kadang-kadang disebut sebagai Piramida Khufu.
Salam Multikultural. . .
Spirit Sosiologi...!!!!
:)
Popular Posts
-
MONUMEN JOGJA KEMBALI Makalah ini disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Sosiologi Pariwisata Dosen pengampu : V. Indah Sri Pinasti,...
-
JURUSAN/PRODI : PENDIDIKAN SOSIOLOGI SEMESTER : GENAP/UAS/Th.2012 MATA KULIAH : SOSIOLOGI PARIWISATA DOSEN : V. Indah Sri Pinasti, M, Si. ...
-
Perspektif Teori Struktural Fungsional Perspektif teori struktural fungsional memiliki akar pada pemikiran Emile Durkheim dan Max Weber, d...
Perubahan bersifat pasti dan tidak bisa dihindari maupun ditolak. Setiap perubahan pada diri manusia memberika ruang seluas-luasnya untuk memiisa berdalih jalan selanjutnya. Karena itulah setiap perubahan butuh untuk disikapi dan diantisipasi. Setiap perubahan bisa memberi dampak positif juga bisa berdampak negatif. Lapangan pekerjaan yang sempit, usia makin menua, anak-anak tumbuh dewasa, polusi udara, masalah kesehatan, perubahan cuaca dan segala perubahan lain bisa berdampak sangat buruk bahkan membuat stress. Ada beberapa kunci yang akan membawa kesuksesan kita dalam menghadapi perubahan. 1. Keyakinan, Sebagian besar kesuksesan dan terwujudnya mimpi dan cita-cita terjadi karena keyakinan kita. Dalam dunia kedokteran, keyakinan juga menjadi obat terampuh bagi pasien. Seorang yang yakin bahwa ia bisa sembuh, maka ia telah menyuntikkan sendiri obat kesembuhan dalam dirinya. Sedangkan obat-obatan hanyalah pemicu saja. Sama halnya dalam kehidupan, seseorang yang yakin bisa meraih cita-citanya, maka setengah keberhasilan telah ia kantongi. Otaknya secara alami merespon, hormon adrenalinnya mengalir, hatinya bersemangat dan teguh, seluruh peredaran darahnya mengalir lancar seakan mendukung ia melakukan aktivitas yang menuju terwujudnya sebuah cita-cita. Keyakinan untuk sukses akan membuat seluruh alam semesta mendukung. Tidak hanya tubuh kita yang memberi dukungan, namun seluruh alam semesta ini mulai dari keluarga kita, sopir angkot, dosen kita, rekan bisnis kita, cuaca, kendaraan, dan semua hal di sekita kita memberikan dukungan penuh agar semua terwujud. Mulai sekarang, jika anda punya sebuah cita-cita maka bangunlah keyakinan yang kuat, ikuti dengan langkah pertama yang paling awal, paling ringan dan palind mampu anda lakukan untuk mewujudkan lalu amatilah sekeliling anda. Anda akan menemukan dukungan Allah pada anda dengan menurunkan dukungan alam semesta di sekitar anda. Teruskan langkah anda dengan bekerja keras mewujudkan mimpi anda dan lihatlah bahwa kesuksesan tiba-tiba menghampiri anda. 2.Etika Setelah anda mempunyai keyakinan, jagalah etika anda. Karena sesuatu yang baik hanya bisa diperoleh hanya dengan cara yang baik. Etika juga memegang peranan penting untuk mendatangkan dukungan alam semesta pada cita-cita anda. Prinsip ini harus dijaga karena sebuah kesuksesan dibangun dari sebuah kebijaksanaan, penghormatan, keagungan perilku dan kesantunan. Tanpa itu semua, sebuah kesuksesan hanyalah keberhasilan semu yang tak membahagiakan. Hanya mereka yang sukses dengan beretika yang benar-benar disebut manusia sukses sejati. Sukseslah dengan menjaga etika, maka kebahagiaan akan mengguyur kehidupan anda tiap detiknya. 3.Kejujuran dan integritas Kejujuran merupakan pondasi keutuhan pribadi sedangkan integritas adalah sikap total dalam meraih kesuksesan yang bermartabat. Kedua hal ini begitu pentig dalam perjalanan menghadapi perubahan. Kehidupan yang semakin tidak bersahabat, kriminalitas yang menggurita, lapangan pekerjaan yang kian sempit dan berbagai masalah social yang tiap hari kita hadapi adalah bentuk dari perubahan-perubahan yang kadang berat untuk dihadapi. Karena itulah, agar tetap teguh dan tidak mudah rapuh, kita perlu meletakkan kejujuran dan integritas dalam wacana berpikir kita. Seseorang yang jujur mengakui kelemahan diri akan lebih mudah menerima masukan, mau belajar lebih giat, mampu bekerja lebih baik dan berusaha lebih keras. Sedangkan sesorang yang jujur mengakui kelebihan diri akan mudah tersulut semangatnya untuk berkarya, berekplorasi, memikirkan ide-ide baru untuk menghadapi perubahan.. Integritas merupakan langkah lanjutan dengan bekerja professional, memberi yang terbaik dan mengupayakan segala hal untuk berbuat yang terbaik. Perubahan macam apapun tak akan mampu membuat kita jatuh selama kejujuran dan integritas selalu kita jaga. 4. Bertanggung jawab Perubahan selalu akan kita hadapi dan akan berakhir manjadi masalah berat jika kita tak mengambil tanggung jawab untuk memberi solusi. Pada tiap kehidupan manusia, perubahan demi perubahan adalah pemicu keputusasaan. Mengapa?. Karena perubahan memaksa seseorang meninggalkan zona nyamannya untuk berpikir kreatif secara bertanggunga jawab untuk menyelesaikan dampak perubahan itu. Resesi ekonomi memberikan perubahan besar pada lapangan kerja, biaya pendidikan dan kehidupan sosial. Meratapinya akan memperburuk situasi. Mengambil alih masalah tersebut dengan mencari solusi secara bertanggung jawab, bekerja penh dedikasi minimal untuk diri sendiri adalah upaya untuk menang menghadapi perubahan. Hidup kita juga jauh lebih bersemangat, bermakna dan bahagia. Mengapa?. Karena hakikatnya orang yang bertanggung jawab pada dirinya, pekerjaanya, keluarganya atau lingkungannya adalah orang-orang yang telah meraih sebagian kebahagiaan dalam diri pribadinya tanpa ia sadari. 5. Profesionalisme Kesuksesan membutuhkan sumber bahan bakar berupa profesionalitas atau kecintaan pada pekerjaan apapun bentuknya. Banyak sekali contoh kesuksesan yang didapatkan seseorang ketika ia mencoba profesioanal dengan melakukan pekerjaan sebaik baiknya. Anda pasti kenal Thomas Alfa Edison. Penemu lampu yang menghabiskan waktu untuk melakukan percobaan hampir seribu kali namun selalu gagal. Namun sikap profesionalnya membuat ia tak goyah. Ia mencintai pekerjaannya dan kegagalan tak membuat ia patah semangat hingga ia sukses menghasilkan penemuan hebat yang menerangi kehidupan kita hingga saat ini. Kesuksesan meminta waktu muda, kuat, dan sehat Anda, bukan waktu tua, sakit dan lemah anda. Jadi mulailah bekerja profesional meski dalam urusan mengatur pola makan, pendidikan anak, membersihkan rumah, menjaga kesehatan hingga pekerjaan kantor anda.
Dua hari ini tema yang sedang hangat dari status facebook teman-teman saya adalah tentang hari Ibu. Terus terang, saya malah baru tau kalo tanggal 22 kemaren ternyata adalah hari Ibu, hehe… Sehari sebelum itu, teman-teman sudah banyak yang menyatakan dan mengungkapkan kasih sayang mereka kepada Ibunda masing-masing melalui status facebook… Nah, berkaitan dengan tema ini, kemaren pagi saya iseng beli harian Kedaulatan Rakyat (selasa, 22 Desember 2009) dan menemukan sebuah artikel opini yang sangat menarik. Judulnya sangat jelas dan lugas, yaitu “Hari Ibu Bukan Mother’s Day”. Artikel itu Ditulis oleh Dra. Anik R Yudhastawa Mangunsarkoro M. Si, seorang pemerhati pergerakan wanita (di) Indonesia. Luar biasa. Saya langsung dibuat penasaran oleh judulnya. Lagipula temanya juga sangat aktual dan sedang hangat-hangatnya dibicarakan oleh banyak orang. Setelah saya baca, ternyata tulisan itu memang memberikan pengetahuan baru ke saya. Di situ dipaparkan tentang sejarah pergerakan wanita Indonesia. Jadi begini. Pada tahun 1928, para wanita di Indonesia masih dipandang lebih rendah derajatnya dari para pria. Namun para wanita menentangnya dan berinisiatif mendirikan “Komite Kongres Perempuan Indonesia”. Banyak kritik dari yang tua-tua dan bapak-bapak, antara lain “ Isteri tak perlu kongres-kongresan, tempat isteri di dapur, isteri tak perlu memikir kehidupan, isteri belum matang, isteri belum bisa berorganisasi”. Tekanan terhadap para isteri (Ibu) begitu besar. Namun para wanita itu tetap bersikukuh pada pendiriannya bahwa wanita dan pria harus bersama-sama dalam pergaulan / peri kehidupan, saling menguatkan, dengan tidaklah perempuan menjadi laki-laki, tetapi tetap pada kodrat masing-masing. Kemudian dilaksanakanlah Kongres Perempuan dengan maksud memusyawarahkan permasalahan di atas. Kongres Perempuan I dilaksanakan pada tahun 1928 di Yogyakarta. Kongres Perempuan II di Jakarta tahun 1935. Kongres yang ke 2 ini menghasilkan salah satu keputusan “bahwa kewajiban utama wanita Indonesia adalah untuk menjadi ‘Ibu Bangsa’ yang berarti menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan kebangsaannya”. Kemudian Kongres Perempuan III dilaksanakan di Bandung tahun 1938. Dalam Kongres yang ke 3 inilah kemudian tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai HARI IBU dan dikukuhkan oleh Pemerintah sebagai Hari Besar Nasional (bukan hari libur) dengan Keppres No. 316, 16 Desember tahun 1959 ditandatangani oleh Ir. Soekarno. Nah, dari situ sang penulis ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu 22 Desember sangat terkait dengan perjuangan kemerdekaan dan kemanusiaan bangsa Indonesia oleh wanita Indonesia yang disebut sebagai para Ibu Bangsa. Jadi konsep ini sangat khas Indonesia. Hal ini sangat berbeda dengan Mother’s Day di Eropa, Amerika, dan negara lain. Mother’s Day merupakan hari penghargaan kepada kaum Ibu. Di hari itu Ibu dimanja, dibebaskan dari segala pekerjaan rumah tangga, semua dikerjakan oleh suami atau anak-anak. Tapi kayaknya yang lebih sering diekspresikan oleh masyarakat (khususnya di facebook) adalah konsep yang kedua ini ya…
Sulitnya Komisi Pemberantasan Korupsi mengendus persembunyian Nunun Nurbaeti di luar negeri ternyata berkat kepintaran pengawal-pengawal Nunun. Itu sebabnya kendati Nunun sering muhibah dari Singapura, Thailand, Kamboja, Hong Kong dan Laos, jejak Nunun tetap sulit terlacak. Tersangka kasus suap cek pelawat saat pemilihan Deputi Gubernus Senior Miranda Goeltom pada 2004 itu selalu dijaga oleh lima pria kulit putih dan seorang warga negara Thailand. Seorang di antaranya, dikenali sebagai Philip B. Christensen, veteran marinir Amerika Serikat. “Mereka bergantian mengawal Nunun,” kata seorang sumber Tempo, seperti dilaporkan dalam laporan utama majalah itu, yang terbit pekan ini (Selengkapnya baca Tempo edisi 19-25 Desember 2011). Dua tahun dalam pelarian, Nunun tetap aman. Mesk Nunun masuk dalam daftar buruan Interpol sejak Mei lalu, dia tetap tak terlacak. Ada pria plontos, kulit putih, dan berbadan kekar ini selalu duduk tepat di samping kursi Nunun. Pada suatu ketika, Philip memperoleh kursi terpisah dari istri mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Adang Daradjatun itu. Ia pun segera meminta awak pesawat memindahkan kursinya agar bisa duduk berdampingan dengan “klien”-nya. Pertengahan November lalu, Philip tertangkap kamera Bandar Udara Suvarnabhumi, Bangkok. Mengenakan celana jins, kemeja putih, dan jaket hitam, dia berjalan tepat di belakang Nunun. Matanya terkesan sedang mengawasi sekeliling. Adapun Nunun menutup rambutnya dengan kerudung yang diikat di bagian atas. Menurut sejumlah sumber, aparat Thailand mengintai beberapa saat sebelum mulai merangsek ke rumah. Mereka menunggu hingga Philip meninggalkan rumah itu. Ketika kemudian polisi masuk, Nunun hanya ditemani pengawal berkewarganegaraan Thailand dan seorang kerabatanya. Philip bukan orang asing bagi Adang. Ia tercatat dua kali masuk Indonesia. Pada satu kali kunjungannya, ia diketahui bertemu pensiunan jenderal bintang tiga itu di Restoran Batavia, Jakarta Pusat. Ditanyai soal ini, Adang menolak memberi penjelasan. “Anda kejar sampai kapan pun, saya tidak akan menjawab,” ujarnya. Sedangkan Troy Pederson, Atase Pers Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta, menolak memberikan informasi tentang Philip. “Maaf, undang-undang kami melarangnya,” kata Pederson Selama pelarian di Bangkok, Thailand, Nunun Nurbaetie sesungguhnya tinggal di perumahan mewah. Komplek pemukiman Aqua Divina Urbano, semacam kawasan Menteng bagi Bangkok, dikenal sebagai hunian ekslusif atau semacam kawasan Menteng bagi Bangkok. Pemukiman itu tak jauh dari Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi, hanya 12 kilometer atau sekitar 20 menit berkendara taksi. Terletak di timur pusat kota Bangkok, layaknya hunian eksklusif di Distrik Saphan Sung, penjagaan komplek cukup ketat. Tiga petugas keamanan berpakaian putih hitam tampak berjaga-jaga di pos penjagaan. Seluruh tamu yang masuk komplek, wajib lapor. Apalagi, kendaraan umum seperti taksi. Bukan taksi pun, petugas penjaga di pos utama selalu memelototi setiap kendaraan yang masuk. Tak terkecuali Tempo, yang Kamis 15 Desember 2011 lalu sedang menyelidiki “surga” persembunyian Nunun. Sekaligus rumah terakhir, sebelum polisi Thailand menjemputnya dan menyerahkan ke KPK di atas pesawat Garuda GA 867. (Lihat Beginilah Penangkapan Nunun di Bangkok Versi KPK) Nunun dibawa pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 867 pada pukul 14.30 waktu di Bangkok. Kemudian tiba di Bandara Soerkarno-Hatta pada pukul 17.45 WIB. Sempat menghuni salah satu sel di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Nunun dilarikan ke rumah sakit ketika mau diperiksa KPK. Begitu memasuki komplek itu, petugas keamanan itu langsung menyambar. Lolos di pos pertama, belum tentu lolos di pos kedua. Pos kedua, hanya seratus meter dari pos pertama. Disitu, sudah ada ortal untuk mencegat kendaraan. Setelah ditanyai ini-itu oleh petugas keamanan yang berwajah India, mereka yang bukan penghuni – termasuk supir taksi yang ditumpangi Tempo – mesti meninggalkan kartu identitas untuk ditukar dengan kartu tamu. Dari pos itu, rumah Nunun tinggal sekitar 300 meter. Belok kanan di pertigaan kelima, rumah yang diduga disewa Nunun ada di Jalan Nantawan 5, paling ujung di deret kiri jalan buntu itu. Rumah bernomor 98/34 itu tampak lengang. Pagarnya tertutup rapat-rapat. Sepeninggal Nunun, rumah tersebut dibiarkan melompong. Menolak menyebutkan siapa pemiliknya, seorang staf pemasaran perumahan yang berkantor di dekat pos penjagaan kedua juga mengaku tak tahu siapa penghuninya belakangan ini. Tapi, menurutnya, harga sewa rumah di Aqua Divina saban bulannya berkisar 35 ribu baht atau sekitar Rp 11-12 juta atau sekitar Rp 120 juta setahun. Adapun harga beli rumah ukuran 316 meter persegi, seperti yang pernah dihuni Nunun, 10 juta baht (Rp 2,88 miliar). Mahal? Bagi Nunun, itu cuma setara dengan harga satu tas favoritnya, yakni Hermes Birkin, yang harganya ratusan juta hingga miliaran rupiah. Nunun tinggal di rumah dua lantai dengan tiga kamar utama dan sebuah kamar pembantu itu. Garasinya bisa memuat dua mobil. Berdasarkan penelusuran Tempo di Thailand, rumah yang ditinggali Nunun disewa atas nama orang lain. Menurut sumber ini, si pengontrak adalah seorang pria kulit putih warga negara Amerika Serikat (lihat Pelindung Nunun Orang Amerika). Pria inilah yang melindungi Nunun selama hampir dua tahun ini. Sebulan lalu, pria pengusaha ini membawa Nunun ke rumah itu. Namun peruntungan Nunun agaknya sudah habis. Ia disergap polisi setempat di rumah 98/34 ketika sang pengusaha sedang tak mengawalnya. Siapa sebenarnya lelaki ini?
Di antara dua kelompok remaja yang bersiap baku hantam, Umiyati (50) kerap berdiri sambil membentangkan kedua tangannya. Dihalaunya anak-anak RW 02 Kelurahan Johar Baru. “Saya berdiri di situ agar tidak ada tawuran. Anak-anak biasanya sungkan karena ada ibu-ibu yang berdiri di tengah mereka,” ujar ibu dua anak yang juga istri Dewa Firmansyah (51), Ketua RW 02 Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2011). Tindakan ini bukan tanpa risiko. Batu dan molotov kerap berseliweran di atas kepala. Namun, semangat untuk menghentikan tawuran mengatasi rasa takutnya. Dan, di tengah konflik itu, Umi berdiri sendiri, sementara bapak-bapak serta pengurus lingkungan hanya menonton tawuran dari pinggiran. Ada juga orang tua yang justru menyemangati remaja yang berperang. Umi mengaku, baku lempar antarwarga di daerah itu sudah sedemikian berakar sehingga tawuran dianggap lumrah. Orang-orang sekitar akhirnya merasa tidak berdaya untuk menghentikan tawuran. Umi yang tinggal di kawasan Johar Baru sejak tahun 1969 merasakan bibit-bibit ketidakpedulian di antara warga dan di keluarga mulai subur saat ini. Pendidikan anak, misalnya, kerap terputus lantaran tidak ada semangat anak dan penyemangat dari keluarga. Akibatnya, nongkrong hingga pagi menjadi pemandangan biasa di wilayah ini. Warga juga tidak peduli dengan tingkah laku anak muda, termasuk bila mereka melakukan tindak kriminal. Yang tumbuh subur kemudian adalah solidaritas semu antaranak muda. Sejalan dengan semangat ini, tawuran semakin mudah tersulut. Di tengah kekacauan ini, Umi muncul dengan membawa semangat perubahan. Setelah suaminya terpilih menjadi Ketua RW, 27 Maret 2011, dia semakin getol turun ke anak-anak muda. Dia menyediakan waktu dan telinga untuk mendengarkan keluh kesah anak-anak. Dia juga yang sering kali mencereweti anak-anak yang kedapatan bolos kursus, main sampai sore, atau nongkrong hingga pagi. “Orangtua mereka tidak ada yang peduli anaknya mau berbuat apa. Justru saya yang peduli. Anak-anak ini malah cium tangan saya kalau bertemu. Bila ada apa-apa, mereka juga mencari saya,” ucap Umi. Langkah ini memang tidak sepenuhnya mulus. Umi kerap kali dihujat tetangganya karena terlalu rajin mengurusi anak-anak yang bukan anak kandungnya. Mendidik remaja belasan tahun yang sudah terbiasa hidup seenaknya juga bukan perkara mudah. Beberapa kali komitmen untuk tidak tawuran tetap dilanggar juga. Namun, Umi tidak surut. Dia menganggap anak-anak di RW 02 itu adalah anaknya juga. Karena itu, dia bersemangat untuk melobi agar berbagai pelatihan keterampilan masuk ke Johar Baru. Kini, dia merintis perpustakaan RW. “Sekarang bangunannya yang siap. Saya masih cari sumbangan buku. Siapa tahu anak-anak jadi senang membaca,” kata Umi. Umi bukan sosok ibu biasa. Keberadaan ibu yang peduli dengan lingkungan ini menjadi kebutuhan di tengah lingkungan yang kian individualistis.
Perspektif Teori Struktural Fungsional Perspektif teori struktural fungsional memiliki akar pada pemikiran Emile Durkheim dan Max Weber, dua ahli sosiologi klasik yang terkenal. Sedangkan dalam perkembangan kemudian, perspektif ini juga dipengaruhi oleh karya Talcott Parson dan Robert Merton, dua ahli sosiologi kontemporer yang terkenal pada masa kini. Perspektif teori strukturakl fungsional dipandang sebagai perspektif teori yang sangat dominan dalam perkembangan sosiologi dewasa ini. Seringkali, perspektif ini disamakan dalam teori sistem, teori ekuilibrium. Konsep yang penting dalam perspketif ini adalah struktur dan fungsi, yang menunjuk pada dua atau lebih bagian atau komponen yang berbeda dan terpisah tetapi berhubungan satu sama lain. Struktur seringkali dianalogikan dengan organ atau bagian-bagian anggota badan manusia, sedangkan fungsi menunjuk bagaimana bagian-bagian ini berhubungan dan bergerak. Misalnya perut adalah struktur, sedangkan pencernaan adalah fungsi. Contoh lain, organisasi angkatan bersenjata adalah struktur, sedangkan menjaga negara dari serangan musuh adalah fungsi. Struktur tersusun atas beberapa bagian yang saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain. Struktur sosial terdiri dari berbagai komponen dari masyarakat, seperti kelompok-kelompok, keluarga-keluarga, masyarakat setempat/lokal dan sebagainya. Kunci untuk memahami konsep struktur adalah konsep status (posisi yang ditentukans secara sosial, yang diperoleh baik karena kelahiran (ascribed status maupun karena usaha (achieved status) seseorang dalam masyarakat). Jaringan dari status sosial dalam masyarakat merupakan sistem sosial, misalnya jaringan staus ayah-ibu-anak menghasilkan keluarga sebagai sistem sosial, jaringan pelajar-guru-kepala sekolah-pegawai tata usaha menghasilkan sekolah sebagai sistem sosial, dan sebagainya. Setiap status memiliki aspek dinamis yang disebut dengan peran (role) tertentu, misalnya seorang yang berstatus ayah memiliki peran yang berbeda dengan seseorang yang berstatus anak. Sistem sosial mengembangkan suatu fungsi tertentu yang dengan fungsi itu memungkinkan masyarakat dan bagi orang-orang yang menjadi anggota masyarakat untuk eksis. Masing-masing menjalankan suatu fungsi yang berguna untuk memelihara dan menstabilkan masyarakat sebagai suatu sistem sosial. Misalnya lembaga pendidikan berfungsi mengajarkan pengetahuan atau ketrampilan, lembaga agama berfungsi memenuhi kebutuhan rohaniah, keluarga berfungsi untuk sosialisasi anak dan sebagainya. Para penganut struktural fungsional mengasumsikan bahwa sistem senantiasa cenderung dalam keadaan keseimbangan atau equilibrium. Suatu sistem yang gagal dari salah satu bagian dari sistem itu mempengaruhi dan membawa akibat bagi bagian-bagian lain yang saling berhubungan satu sama lin. Setiap sistem sosial pada dasarnya memiliki dua fungsi utama, yaitu : (1) apa yang dapat dilakukan oleh sistem itu dan (2) konsekuensi-konsekuensi yang berkaitan dengan apa yang dapat dilakukan oleh sistem itu (fungsi lanjutan). Misalnya mata, fungsinya adalah melihat sesuatu dalam lingkungan. Fungsi lanjutan dari mata adalah dengan mata orang dapat belajar, bekerja dan juga dapat melihat datangnya bahaya. Dalam masyarakat, lembaga pemerintahan memiliki fungsi utama menegakkan peraturan, sedangkan fungsi lanjutannya adalah menggerakkan roda perekonomian, menarik pajak, menyediakan berbagai fasilitas sosial dan sebagainya. Menurut pandangan Robert Merton salah satu tokoh perspektif ini, suatu sistem sosial dapat memiliki dua fungsi yaitu fungsi manifest, yaitu fungsi yang diharapkan dan diakui, serta fungsi laten, yaitu fungsi yang tidak diharapkan dan tidak diakui. Lembaga pendidikan sekolah taman kanak-kanak misalnya memiliki fungsi manifes untuk memberikan dasar-dasar pendidikan bagi anak sebelum ke jenjang sekolah dasar. Fungsi latennya, memberi pekerjaan bagi guru TK, membantu orang tua mengasuh anak selagi orang tuanya bekerja dan sebagainya. Dalam pandangan Robert Merton, tidak semua hal dalam sistem selalu fungsional, artinya tidak semua hal selalu memelihara kelangsungan sistem. Beberapa hal telah menyebabkan terjadinya ketidakstabilan dalam sistem, bahkan dapat saja menyebabkan rusaknya sistem. Ini oleh Merton disebut dengan disfungsi. Misalnya tingkat interaksi yang tinggi dan kaku dalam keluarga dapat menghasilkan disfungsi, antara lain dalam bentuk kekerasan dan perlakuan kasar atau penyiksaan pada anak. Para penganut perspektif struktural fungsional ini berusaha untuk mengetahui bagian-bagian atau komponen-komponen dari suatu sistem dan berusaha memahami bagaimana bagian-bagian ini saling berhubungan satu sama lain suatu susunan dari bagian-bagian tersebut dengan melihat fungsi manifes maupun fungsi latennya. Kemudian mereka melakukan analisis mengenai manakah yang memberiu sumbangan bagi terciptanya kelestarian sistem dan manakah yang justru menyebabkan kerusakan pada sistem. Dalam hal ini dapat saja suatu komponen menjadi fungsional dalam suatu sistem, tetapi menjadi tidak fungsional bagi sistem yang lain. Misalnya ketaatan pada suatu agama merupakan sesuatu yang fungsional dalam pembinaan umat beragama, tetapi tidak fungsional bagi pengembangan persatuan berbagai etnik yang beragam agamanya. Dalam pandangan perspektif struktural fungsional ini, suatu sistem sosial eksis karena sistem sosial itu menjalankan fungsinya yang berguna bagi masyarakat. Pusat perhatian perspektif ini juga tertuju pada masalah tatanan (order) dan stabilitas, yang karena perhatiannya pada hal ini mereka dikritik mempertahankan status-quo. Karena perhatiannya tertuju pada keseimbangan dan kelsetarian sistem, perspektif ini juga sering dikritik mengabaikan proses perubahan yang terjadi dalam sistem sosial.


